Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Agustus 2015

Pelajaran hari ini, Ribuan Orang Menangis karena Cerita ini



Kita tidak akan tahu rezeki yang datang pada kita dari mana, apakah itu dari pekerjaan kita sehari-hati ataukah dari hal yang tidak terduka. Yang jelas, Tuhan menyuruh kita untuk kerja dan berusaha.
Seperti kisah di bawah ini, mungkin kita akan merasa malu pada diri sendiri jika membaca kisah ini:
REJEKI BANYAK BENTUKNYA
Kemarin hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko saya ( Yeti Haryati) .
Masih penuh gerobaknya, buah-buah tertata rapi. Kulihat beliau membuka buku kecil, rupanya Al Quran. Beliau tekun dengan Al-Qurannya. Sampai jam 10 hujan blm berhenti.
Saya mulai risau karena sepi tak ada pembeli datang.
Saya keluar memberikan air minum.
“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak… ” .. “Mana masih banyak banget.”
Beliau tersenyum, “Iya bu.. Mudah-mudahan ada rejekinya.. .” jawabnya.
“Aamiin,” kataku.
“Kalau gak abis gimana, Pak?”. tanyaku.
“Kalau gak abis ya risiko, Bu.., kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga, mereka juga seneng daripada kebuang. kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.
“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.
“Alhamdulillah bu… Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu…” Katanya sambil tersenyum.
“Dikasih kesempatan berdoa juga rejeki, Bu…”
“kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.
“Berarti rejeki saya bersabar, Bu… Allah yang ngatur rejeki, Bu… Saya bergantung sama Allah.. Apa aja bentuk rejeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, saya jualan rujak belum pernah kelaparan.
“Pernah gak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Alqurannya ke kotak di gerobak.
“Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan ..Makasih yaa ,Bu…”
Saya terpana… Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah ketika hujan datang, begitu khawatirnya rejeki materi tak didapat sampai mengabaikan nikmat yang ada di depan mata.
Saya jadi sadar bahwa rizki hidayah, dapat beribadah, dapat bersyukur dan bersabar adalah jauh…jauh lebih berharga daripada uang, harta dan jabatan…
***
MANUSIA dan BOTOL
1. Kalau diisi air mineral, harganya 3ribu…
2. Kalau diisi jus buah, harganya 10ribu…
3. Kalau diisi Madu Yaman, harganya Ratusanribu…
4. Kalau diisi minyak wangi chanel harganya bisa jutaan.
5. Kalau diisi air got, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada siapa yg suka.
Botol yg sama tetapi harganya berbeda sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda…
Begitu juga kita…kita semua sama…kita semua manusia…yang membedakan kita antara satu sama lainnya adalah. TAQWA , IMAN & AMAL yang ada dalam diri kita…yang akan menyebabkan kita berharga di sisi ALLAH atau kita dipandang hina oleh ALLAH lalu dibuang ke dalam neraka…
“……sesungguhnya orang yg paling mulia disisi Allah adalah orang yg paling bertakwa,sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha teliti”
***
Silahkan share cerita singkat ini kepada semua temanmu jika kamu rasa cerita ini bermanfaat
sumber : http://www.reportaseterkini.com/2015/08/baca-kalau-berani-ribuan-orang-menangis.html#.Vc2MEG1PvZw.facebook

Senin, 29 Juli 2013

jadwal ISL 2013

1/Jul/2013
PERSIWA
-
PERSIRAM
Not Live -
:
15/Jul/2013
SRIWIJAYA FC
-
PERSEPAM MU
Live - TV ONE
21:00
15/Jul/2013
PERSIWA
-
PERSIDAFON
Not Live -
:
19/Jul/2013
PERSIRAM
-
PERSELA
Not Live -
:
19/Jul/2013
BARITO PUTERA
-
PERSITA
Live - TV ONE
21:00
21/Jul/2013
PERSIJA
-
PELITA BANDUNG RAYA
Live - ANTV
21:00
22/Jul/2013
PSPS
-
SRIWIJAYA FC
Live - TV ONE
21:00
23/Jul/2013
PERSIDAFON
-
PERSELA
Not Live -
:
24/Jul/2013
PERSIBA BALIKPAPAN
-
PERSITA
Live - TV ONE
21:00
24/Jul/2013
PERSIRAM
-
PERSEPAM MU
Not Live -
:
26/Jul/2013
BARITO PUTERA
-
PERSIB
Live - TV ONE
21:00
27/Jul/2013
PERSIJA
-
SRIWIJAYA FC
Live - ANTV
21:00
28/Jul/2013
PERSIDAFON
-
PERSEPAM MU
Not Live -
:
28/Jul/2013
MITRA KUKAR
-
AREMA INDONESIA
Live - ANTV
21:00
29/Jul/2013
PERSISAM
-
GRESIK UNITED
Live - TV ONE
21:00
30/Jul/2013
PERSIBA BALIKPAPAN
-
PERSIB
Live - TV ONE
21:00
31/Jul/2013
PERSIWA
-
PERSIPURA
Not Live -
:
31/Jul/2013
PSPS
-
PELITA BANDUNG RAYA
Live - TV ONE
21:00
01/Aug/2013
PERSISAM
-
AREMA INDONESIA
Live - TV ONE
21:00
02/Aug/2013
MITRA KUKAR
-
GRESIK UNITED
Live - TV ONE
21:00
20/Aug/2013
PERSITA
-
PERSIRAM
Not Live -
:
20/Aug/2013
PERSIB
-
PERSIDAFON
Not Live -
:
21/Aug/2013
GRESIK UNITED
-
PERSIBA BALIKPAPAN
Not Live -
:
21/Aug/2013
AREMA INDONESIA
-
BARITO PUTERA
Not Live -
:
22/Aug/2013
PERSELA
-
PERSIPURA
Not Live -
:
23/Aug/2013
PERSEPAM MU
-
PERSIWA
Not Live -
:
24/Aug/2013
GRESIK UNITED
-
BARITO PUTERA
Not Live -
:
24/Aug/2013
SRIWIJAYA FC
-
MITRA KUKAR
Not Live -
:
24/Aug/2013
PERSIB
-
PERSIRAM
Not Live -
:
24/Aug/2013
PSPS
-
PERSIJA
Not Live -
:
25/Aug/2013
AREMA INDONESIA
-
PERSIBA BALIKPAPAN
Not Live -
:
25/Aug/2013
PELITA BANDUNG RAYA
-
PERSISAM
Not Live -
:
25/Aug/2013
PERSITA
-
PERSIDAFON
Not Live -
:
27/Aug/2013
PERSELA
-
PERSIWA
Not Live -
:
27/Aug/2013
PERSEPAM MU
-
PERSIPURA
Not Live -
:
28/Aug/2013
PELITA BANDUNG RAYA
-
MITRA KUKAR
Not Live -
:
28/Aug/2013
PERSIJA
-
PERSIB
Live - ANTV
15:30
29/Aug/2013
SRIWIJAYA FC
-
PERSISAM
Not Live -
:
03/Sep/2013
BARITO PUTERA
-
PELITA BANDUNG RAYA
Not Live -
:
03/Sep/2013
PERSIPURA
-
PERSIB
Not Live -
:
03/Sep/2013
PERSIBA BALIKPAPAN
-
SRIWIJAYA FC
Not Live -
:
03/Sep/2013
PERSIRAM
-
GRESIK UNITED
Not Live -
:
03/Sep/2013
MITRA KUKAR
-
PSPS
Not Live -
:
03/Sep/2013
PERSIDAFON
-
AREMA INDONESIA
Not Live -
:
03/Sep/2013
PERSIWA
-
PERSITA
Not Live -
:
03/Sep/2013
PERSISAM
-
PERSIJA
Not Live -
:
07/Sep/2013
PERSISAM
-
PSPS
Not Live -
:
07/Sep/2013
PERSIPURA
-
PERSITA
Not Live -
:
07/Sep/2013
PERSIBA BALIKPAPAN
-
PELITA BANDUNG RAYA
Not Live -
:
07/Sep/2013
PERSEPAM MU
-
PERSELA
Not Live -
:

Jumat, 07 Juni 2013

Kerendahan Hati, Ketulusan Budi


kerendahan hati.jpg
Assalamualaikum wr. wb.
Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud: "Dan hamba-hamba al-Rahman ialah mereka yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila mereka disapa oleh orang yang jahil (dengan kata-kata yang kesat) mereka menjawab dengan ucapan yang baik." (Surah al-Furqan 25: 63)
Al-Shahid Sayyid Qutb dalam tafsir Fi Zilal al-Quran menyatakan bahawa inilah antara ciri pertama ibad al-Rahman atau sifat hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah dan Yang Maha Memberi Rahmat. Mereka berjalan di atas muka bumi dengan penuh rendah hati dan menjaga diri daripada teruja dengan kata-kata yang dilemparkan oleh orang yang jahil sebagai bukti ketinggian jiwa mereka.
Manakala al-'Allamah Ibn Katsir dalam tafsirnya menyatakan bahawa antara sifat yang dikehendaki oleh Allah menerusi firman-Nya ini adalah supaya menjauhi kesombongan dan keangkuhan, apatah lagi di dunia yang hanya sementara ini.
Menjauhi keangkuhan diri ialah kewajipan bagi setiap hamba. Ia merupakan syarat utama untuk mencapai makrifat kepada-Nya. Mana mungkin keangkuhan dapat bersama dengan kerendahan hati. Ia seumpama memasukkan yang keruh ke dalam yang jernih, maksiat ke dalam taat atau lebih tepat lagi mati ke dalam hidup. Terlalu jelas perbezaannya.

Kerendahan Hati Dua Umar

Ada baiknya penulis menukilkan sebuah kisah bagaimana khalifah Islam kelima, Umar Abdul Aziz menterjemahkan firman Allah ini dalam hidupnya. Ketika seorang tetamu kerajaan mengingatkan kepadanya bahawa api minyak pelita yang digunakan khalifah untuk menulis hampir padam dan seeloknya penjaga mengisinya kembali, Umar menjawab:

"Sekarang, masa bagi penjaga berehat dan tidur." Kemudian Umar bangun lalu mengisi minyak pelita itu. Perbuatannya itu mengejutkan tetamu tersebut. Kemudian beliau bertanya: "Wahai Amirul Mukminin, mengapa tuan sendiri yang melakukannya?"
Dengan perasaan rendah hati, Umar menjawab: "Aku hanyalah Umar walau apa-apa keadaan sekalipun."
Tindakan yang sama diambil oleh Umar al-Khattab. Ketika Urwah bin Zubayr melihat khalifah Islam kedua ini memikul bekas berisi air yang diambil dari kawasan awam, Urwah bertanya: "Mengapakah engkau melakukan pekerjaan sebegini, wahai khalifah?"
Umar menjawab: "Ketika para utusan dan delegasi datang kepadaku, mereka tunduk dan patuh terhadap ucapan dan kata-kataku sehingga terkadang muncul benih-benih kesombongan dalam hatiku. Oleh sebab itu, aku ingin menghilangkannya."
Subhanallah! Lihatlah betapa jelasnya kerendahan hati dua Umar ini, walaupun mereka mampu memiliki dunia dan segala isinya. Namun kerana anugerah al-Rahman itulah yang didambakan, maka segala keangkuhan dan kebesaran diri ditundukkan dengan rasa rendah hati.

Perhiasan Akhlak

Lihatlah ketinggian akhlak yang ditunjukkan oleh Ibn Abbas, sepupu Baginda s.a.w. Beliau memegang tali kuda tunggangan Zaid bin Thabit sambil meminta beberapa nasihat buat dirinya. Betapa kerendahan hati beliau terzahir, walaupun kemudiannya Zaid bin Thabit meraih tangannya lalu mengucup untuk memuliakannya. Betapa terserlah pula kerendahan hati Zaid bin Thabit, penulis wahyu Baginda s.a.w. Renungilah pula sifat rendah hati Abu Hurairah r.a. Bukankah sepanjang menjawat jawatan gabenor Madinah, umat Islam sentiasa melihat beliau memikul muatan kayu untuk dijual bagi memenuhi keperluan keluarganya?
Bahkan Mu'az bin Jabal yang menerima hadiah baju kiriman daripada Umar al-Khattab hasil daripada harta ghanimah telah menjualnya dan hasil jualan itu digunakan untuk membebaskan enam orang hamba sahaya.
Ia dilakukan semata-mata kerana kerendahan hati yang menghiasi akhlaknya, walaupun ketika itu Mu'az menjawat jawatan sebagai gabenor di Yaman.
Al-Sheikh Abu al-Qasim dalam al-Risalah al-Qushairiyyah menukilkan satu kisah sifat rendah hati seorang hamba sahaya. Apabila para bangsawan bersetuju meletakkan harga hamba itu dengan bayaran 1000 dirham, hamba itu berkata: "Tuan, sesungguhnya hargaku tidaklah mahal seperti itu. Cukuplah kamu membayar dengan beberapa dirham sahaja dan ketahuilah akhlak yang ada padaku inilah yang lebih mahal daripada 1000 dirham yang telah engkau tetapkan (harganya)."
Subhanallah! Betapa kerendahan hati telah menghiasi jiwa mereka sehingga menjadi teladan sepanjang zaman. Ia penghidup jiwa dan penyubur benih-benih kemuliaan dalam mencapai anugerah Allah s.w.t. yang benar di akhirat yang kekal.
Benarlah kata Sufyan at-Thauri: "Sesungguhnya orang yang paling mulia ialah ilmuwan yang zuhud, ahli fiqah yang sufi, orang kaya yang rendah hatinya, orang fakir yang bersyukur serta pembesar yang sentiasa senyum kepada golongan yang lemah."
Penulis mendoakan agar kita dianugerahkan kerendahan hati yang hakiki kerana di situlah ketinggian jiwa akan tersemai dalam perjalanan menggapai cinta-Nya. Amin.
Rashidy Jamil al-Rashid