Tampilkan postingan dengan label inovatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inovatif. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 November 2012

pesawat-pesawat terunik

1. Bentuknya Seperti Ikan Paus

Pesawat unik ini biasa digunakan untuk mengangkut pesawat ataupun bagian pesawat lainnya yang belum dirakit. Beberapa namanya yang terkenal adalah Airbus Beluga dan Transporter.
2. Sonic Boom
Pesawat ini memiliki kecepatan secepat kecepatan suara dan dapat menempuh jarak 1 km hanya dalam 3 kali kedipan mata, sehingga dapat menimbulkan suara dentuman seperti suara petir.

Minggu, 07 Oktober 2012

nian puspitasari

Nama : Nian Puspita sari
Nama panggilan : mami/gung
Kota : Blitar
Kota sekarang : Malang
Tgl lahir : 26 Mei 1993
Pendidikan :SMK Farmasi BJN
Status : berpacaran dengan Papi
Hobby : Nonton bioskop sendiri
Buah kesukaan : buah Pir

Selasa, 25 September 2012

Hudha Cassanova

Nama : Huda
Nama Panggilan : MAn
Status : Berpacaran dengan Anak sukun
Pekerjaan : Pegawai tetap BRI
Pendidikan : S-3 (tapi tidak tau dmna)
hobi : Memancing (mancing emosi,pukulan, dll)


tovik

Nama : Tovik hidayat
Nama Panggilan : OPik
Status : Bercinta
Pendidikan : Sma singoriti
Pekerjaan : Pengusaha Karet
Hobis : Rea reo


kukuh priyo prahmono

Nama :Kukuh Priyo Prahmono
Nama Panggilan : koko
Status : Mencari cinta yang hilang
Pekerjaan : Penggembala tambang
Alamat : JL.sonotengan gang .9786bc
Pendidikan :S-1 teknik indutri ITN (lulus dengan syarat-harus diet)
hobby : Makan gatrem

m saroni

Nama : M.Saroni
Nama Panggilan : Roni ae
 Status : Berpacara dengan anggel ae
Pekerjaan : riwa-riwi malang pandaan
Alamat : Jl.mbetas no 27 pandaan indonesia
Pendidikan :S-1 teknik indutri ITN (lulus dengan tanda kurung)

Bagus Dwi Setiawan


suhendrik

Nama :Suhendrik
Nama Panggilan : Pak jenggot
Status : Berpacaran Dengan Melon cor
Pekerjaan : mencari nafkah dengan judi online
Alamat : Losari wagir malang indosenia
Pendidikan :1/2 S-1 teknik indutri ITN (males kuliah gak lulus")

adit

Nama : Adit
Nama Panggilan : Diiittttttt
Status : Berkelana
Pekerjaan : SCP ( suka curi poto)
Alamat : Mergan lori
Pendidikan :Sma pendidikan Malang






lukman witanto

Nama : Lukam Witanto
Nama Panggilan : Ngosah
Status : tak menentu atau berpindah" pacar
Pekerjaan : Servis Hp
Alamat : jauh di dasar kota kediri
Pendidikan :tidak lengkap



Senin, 24 September 2012

fulhan azizi

Nama : Fulhan Azizi
Nama Panggilan : Hancok
Status : Saling Kangen dengan Arlie Niekcha
Pekerjaan : Pengepul Hp Blackberry
hobby : Berwisata alkohol
Alamat : wagir desa
Pendidikan :tidak terdeteksi
keturunan darah biru : bpk imam bonjol


riza panji winata

Nama : Riza Panji Winata
Nama Panggilan : zaa
Status :Merana
Pekerjaan : Pemerkosa sapi (mantri sapi)
Pendidikan : S-1 UB jurusan ke sapian
Alamat : Wagir City







andrian bayu samudra

Nama :Andrian Bayu samudra
Nama Panggilan : es...
Status : Bergejolak
Pekerjaan : Pegawai Negri
Alamat : SUkun bersama
Pendidikan : sma kr.Petra Malang (lulus dengan syarat)





Senin, 17 September 2012

M hari agus tiono

nama : Agus
Nama panggilan : kimpet
alamat : tidak menentu
pendidikan : ST (sarjana tolol)
status : berpacaran dengan miss GJ
pekerjaan : pegawai negri
pekerjaan sampingan : klayapan
hobbi : rea reo dan balap liar




Selasa, 07 Agustus 2012

panduan sederhana pembangunan pembangkit listrik tenaga mkro hidro (PLTMH)

Saat ini Indonesia masih sepenuhnya bergantung pada bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara dan gas. Bahan bakar fosil di Indonesia digunakan oleh 95 persen penduduk maupun pelaku industri, dengan konsumsi energi meningkat tujuh persen setiap tahunnya. Padahal bahan bakar fosil ini ikut ‘berkontribusi’ terhadap total emisi energi CO2, yang hingga 2008 tercatat mencapai 351 juta ton. Selain itu bahan bakar fosil jelas merupakan energi yang tidak bisa dibarukan. Jika terus digunakan, tentu persediaan bahan bakar akan habis. Sementara, sumber-sumber energi terbarukan, yang notabene jauh lebih banyak ketimbang bahan bakar fosil, belum dimanfaatkan secara optimal. Energi terbarukan seperti hydrogen, air, panas bumi dan sebagainya masih dianggap sebagai energi alternatif, dimana penggunaannya hanya mencapai lima persen!
Salah satu energi terbarukan yang sangat potensial adalah penggunaan energi air untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).  PLTMH adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang mengunakan energi air. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya (resources) penghasil listrik adalah memiliki kapasitas aliran dan ketinggian tertentu dan instalasi. Semakin besar kapasitas aliran maupun ketinggiannya dari istalasi maka semakin besar energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.
Biasanya Mikrohidro dibangun berdasarkan kenyataan bahwa adanya air yang mengalir di suatu daerah dengan kapasitas dan ketinggian yang memadai. Istilah kapasitas mengacu kepada jumlah volume aliran air persatuan waktu (flow capacity) sedangan beda ketinggian daerah aliran sampai ke instalasi dikenal dengan istilah head.
Mikrohidro juga dikenal sebagai white resources dengan terjemahan bebas bisa dikatakan “energi putih”. Dikatakan demikian karena instalasi pembangkit listrik seperti ini menggunakan sumber daya yang telah disediakan oleh alam dan ramah lingkungan. Suatu kenyataan bahwa alam memiliki air terjun atau jenis lainnya yang menjadi tempat air mengalir. Dengan teknologi sekarang maka energi aliran air beserta energi perbedaan ketinggiannya dengan daerah tertentu (tempat instalasi akan dibangun) dapat diubah menjadi energi listrik, Seperti dikatakan di atas, Mikrohidro hanyalah sebuah istilah. Mikro artinya kecil sedangkan hidro artinya air. Dalam prakteknya, istilah ini tidak merupakan sesuatu yang baku namun bisa dibayangkan bahwa Mikrohidro pasti mengunakan air sebagai sumber energinya.
Yang membedakan antara istilah Mikrohidro dengan Miniihidro adalah output daya yang dihasilkan. Mikrohidro menghasilkan daya lebih rendah dari 100 W, sedangkan untuk minihidro daya keluarannya berkisar antara 100 sampai 5000 W. Secara teknis, Mikrohidro memiliki tiga komponen utama yaitu air (sumber energi), turbin dan generator. Air yang mengalir dengan kapasitas dan ketinggian tertentu di salurkan menuju rumah instalasi (rumah turbin).
Di rumah turbin, instalasi air tersebut akan menumbuk turbin, dalam hal ini turbin dipastikan akan menerima energi air tersebut dan mengubahnya menjadi energi mekanik berupa berputamya poros turbin. Poros yang berputar tersebut kemudian ditransmisikan/dihubungkan ke generator dengan mengunakan kopling.
Dari generator akan dihasilkan energi listrik yang akan masuk ke sistem kontrol arus listrik sebelum dialirkan ke rumah-rumah atau keperluan lainnya (beban). Begitulah secara ringkas proses Mikrohidro, merubah energi aliran dan ketinggian air menjadi energi listrik. Terdapat sebuah peningkatan kebutuhan suplai daya ke daerah-daerah pedesaan di sejumlah negara, sebagian untuk mendukung industri-industri, dan sebagian untuk menyediakan penerangan di malam hari.
Gambar 1 menunjukkan betapa ada perbedaan yang berarti antara biaya pembuatan dengan listrik yang dihasilkan.
 
 Gambar 1. Skala Ekonomi dari Mikro-Hidro (berdasarkan data tahun 1985)
Keterangan gambar 1
Average cost for conventional hydro = Biaya rata-rata untuk hidro konvensional.
Band for micro hydro = Kisaran untuk mikro-hidro
Capital cost = Modal Capacity = Kapasitas (kW)
Berikut contoh PLTMH  dengan menggunakan sistem run off river, dimana air tidak ditahan pada sebuah bendungan. Pada sistem run off river, sebagian air sungai diarahkan ke saluran pembawa, kemudian dialirkan melalui pipa pesat (penstock) menuju turbin.
 
Gambar 2. Komponen-komponen Besar dari sebuah Skema Mikro Hidro
• Diversion Weir dan Intake : (Dam/Bendungan Pengalih dan Intake) Dam pengalih berfungsi untuk mengalihkan air melalui sebuah pembuka di bagian sisi sungai (‘Intake’ pembuka) ke dalam sebuah bak pengendap (Settling Basin) atau perangkap pasir (Sand Trap).
Intake
 • Settling Basin (Bak Pengendap) : Bak pengendap digunakan untuk memindahkan partikel-partikel pasir dari air. Fungsi dari bak pengendap adalah sangat penting untuk melindungi komponen-komponen berikutnya dari dampak pasir.
 
Sand Trap
  • Headrace (Saluran Pembawa) : Saluran pembawa mengikuti kontur dari sisi bukit untuk menjaga elevasi dari air yang disalurkan.
 
Headrace
• Headtank (Bak Penenang) atau Forebay : Fungsi dari bak penenang adalah untuk mengatur perbedaan keluaran air antara sebuah penstock dan headrace, dan untuk pemisahan akhir kotoran dalam air seperti pasir, kayu-kayuan.
 
Head Tank
• Penstock (Pipa Pesat/Penstock) Penstock dihubungkan pada sebuah elevasi yang lebih rendah ke sebuah roda air, dikenal sebagai sebuah Turbin.
 
Penstock
• Turbine dan Generator Perputaran gagang dari roda dapat digunakan untuk memutar sebuah alat mekanikal (seperti sebuah penggilingan biji, pemeras minyak, mesin bubut kayu dan sebagainya), atau untuk mengoperasikan sebuah generator listrik. Mesin-mesin atau alat-alat, dimana diberi tenaga oleh skema hidro, disebut dengan ‘Beban’ (Load)
 
Turbin
Tentu saja ada banyak variasi pada penyusunan disain ini. Sebagai sebuah contoh, air  dapat dimasukkan secara langsung ke turbin dari sebuah saluran tanpa sebuah penstock. Tipe ini adalah metode paling sederhana untuk mendapatkan tenaga air, tetapi belakangan ini tidak digunakan untuk pembangkit listrik karena efisiensinya rendah.  Pada beberapa kondisi saluran pembawa (headrace) dapat dihilangkan dan sebuah penstock dapat langsung ke turbin dari bak pengendap pertama. Variasi seperti ini akan tergantung pada karakteristik khusus dari lokasi dan skema keperluan-keperluan dari pengguna.
Namun meskipun PLMTH adalah energi alternatif yang potensial, namun kemampuan pemerintah yang terhalang oleh biaya terbatas, sering membuat sumber air yang potensial untuk pembangkit listrik terabaikan.  Padahal dalam beberapa kasus  PLTMH juga dapat dijadikan alasan untuk melestarikan lingkungan, minimal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) sumber air ditengah menggebu-gebunya pembalakan hutan dan pembukaan  kawasan perkebunan yang tidak ramah lingkungan.  Sehingga mencari dana dari lembaga donor untuk membangun PLTMH di daerah-daerah terpencil dapat menjadi alternatif pilihan.

Informasi dan konsultasi seputar PLTMH dapat disampaikan ke Lembaga Energi Hijau via email: lembagaenergihijau@yahoo.com

PLTMH-mikrohidro

  : SEBUAH SOLUSI MASALAH KELISTRIKAN BERBASIS LINGKUNGAN BAGI MASYARAKAT PEDESAAN

Listrik, sebuah kata yang hampir tidak bisa dihilangkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Hampir semua aktivitas manusia zaman sekarang membutuhkan listrik. Hal ini terbukti dengan banyaknya komplain kepada pihak PLN jika terjadinya pemadaman listrik. Namun hal ini terlihat ironis dengan kenyataan bahwa ternyata di “ jaman listrik “ saat ini masih banyak masyarakat yang belum menikmati listrik, terutama mereka yang bertempat tinggal di daerah pedesaan. Kalaupun bisa memperoleh listrik mereka harus membayar dengan harga yang mahal. Kenyataan yang ada saat ini masyarakat pedesaan lebih memilih menggunakan genset ( generator set ) untuk memenuhi kebutuhan mereka akan listrik. Padahal sebenarnya disekitar mereka ada sumber daya alam yang potensial untuk dijadikan sebagai sumber pembangkit listrik yaitu AIR.
Sumber-sumber air yang melimpah di daerah pedesaan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Penggunaan air sebagai sumber energi listrik lebih menguntungkan daripada menggunakan genset. Bayangkan saja, jika setiap malam genset menghabiskan 2 liter bensin ( Rp. 9.000;) maka dalam sebulan mereka harus merogoh kocek sekurang-kurangnya Rp. 270.000; itupun listrik yang diperoleh hanya untuk beberapa jama saja. Belum lagi biaya modal untuk membeli genset dan biaya perawatannya. Nah dengan menggunakan PLTMH, kita hanya memerlukan modal untuk investasi awal saja, selanjutnya kita akan mendapatkan listrik secara gratis selama 24 jam non-stop. Selain itu penggunaan PLTMH di wilayah pedesaan secara tidak langsung juga akan membuat masyarakat aktif untuk menjaga hutan, karena jika hutan tidak terjaga maka sumber air akan mengering sehingga mereka tidak bisa memperoleh listrik.
Nah mungkin para pembaca bertanya-tanya apakah PLTMH itu ? PLTMH adalah singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro, yaitu pembangkit listrik skala kecil ( kurang dari 200 kW ), yang memanfaatkan tenaga ( aliran ) air sebagai sumber penghasil energi.PLTMH termasuk sumber energi terbarukan dan layak disebut clean energy karena ramah lingkungan. Dari segi teknologi PLTMH dipilih karena konstruksinya sederhana, mudah dioperasikan, serta mudah dalam perawatan dan penyediaan suku cadang. Secara ekonomi biaya operasi dan dan perawatannya relative murah, sedangkan biaya investasinya cukup bersaing dengan pembangkit listrik lainnya. Secara sosial, PLTMH mudah diterima masyarakat luas ( bandingkan dengan PLT Nuklir ). PLTMH biasanya dibuat dalam skala desa di daerah-daerah terpencil yang belum mendapatkan listrik dari PLN. Tenaga air yang digunakan dapat berupa aliran air pada sistem irigasi, sungai yang dibendung atau air terjun.(Damastuti, Wacana: 1997 ).
Contoh gambar PLTMH sederhana skala rumahan.
PLTMH pada prinsipnya memanfaatkan beda ketinggian dan jumlah air yang jatuh ( debit ) perdetik yang ada pada saluran air/air terjun. Energi ini selanjutnya menggerakkan turbin, kemudian turbin kita hubungkan dengan generator untuk menghasilkan listrik. Hubungan antara turbin dengan generator dapat menggunakan jenis sambungan sabuk (belt ) ataupun sistem gear box. Jenis sabuk yang biasa digunakan untuk PLTMH skala besar adalah jenis flat belt sedangkan V-belt digunakan untuk skala di bawah 20 kW. Selanjutnya listrik yang dihasilkan oleh generator ini dialirkan ke rumah-rumah dengan memasang pengaman ( sekring ). Yang perlu diperhatikan dalam merancang sebuah PLTMH adalah menyesuaikan antara debit air yang tersedia dengan besarnya generator yang digunakan. Jangan sampai generator yang dipakai terlalu besar atau terlalu kecil dari debit air yang ada. Potensi daya mikrohidro dapat dihitung dengan persamaan :
Daya ( P ) = 9,8 x Q x Hn x h ; dimana Q = debit aliran ( m3/s ), Hn = Head net/ tinggi jatuh air ( m ); 9,8= konstanta gravitasi bumi, h = efisiensi keseluruhan. Misalnya diketahui data di suatu lokasi adalah sebagai berikut : Q = 100 m3/s, Hn = 2 m dan h = 0,5. Maka besarnya potensi daya ( P ) adalah :
P = 9,8 x Q x Hn x h
P = 9,8 x 100 x 2 x 0,5 = 980 watt
Nah bagaimana para pembaca, khususnya yang tinggal di pedesaan yang belum kedatangan PLN. Apakah mau membeli genset ataukah membuat PLTMH ? Selamat memilih….

Selasa, 06 September 2011